PEKANBARU – Kompetisi usia dini paling bergengsi, Liga TopSkor (LTS) Pekanbaru 2026, resmi berakhir dengan menghadirkan drama dan bakat luar biasa di lapangan hijau. Setelah bersaing ketat sejak dibuka pada Januari lalu, dua tim terbaik akhirnya mengukuhkan diri sebagai raja di kelompok umur 10 dan 12 tahun.
Di kategori U-10, persaingan tahun ini terbilang sangat kompetitif. Beberapa tim unggulan seperti INAFA dan PCSS dan HARAPAN PUTRA terus saling sikut sejak pekan-pekan awal. Namun, berkat ketajaman lini serang dan pertahanan yang solid, gelar juara berhasil diraih oleh tim yang paling konsisten sepanjang musim.
“Anak-anak menunjukkan progres yang luar biasa. Tagline #TimeToLevelUp benar-benar mereka buktikan di lapangan dengan permainan yang sportif dan teknik yang semakin matang,” ujar Koordinator Liga TopSkor Pekanbaru.

Sementara itu, di kategori U-12 yang diikuti oleh 14 tim peserta, perebutan takhta juara harus ditentukan hingga pertandingan penutup. Tim-tim besar seperti Woner 2012, Harapan Putra, dan Wahana menunjukkan mental juara yang kuat.
Format single round robin memaksa setiap tim untuk selalu tampil maksimal di setiap laga guna mengumpulkan poin demi poin. Pada akhirnya, Harapan putra keluar sebagai pemenang setelah unggul tipis dalam perolehan poin klasemen akhir.
Ketua Umum PSSI Pekanbaru, Roni Saputra, yang membuka liga ini awal tahun lalu, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan musim 2026. Menurutnya, Liga TopSkor bukan sekadar mencari pemenang, melainkan menjadi Wadah bagi bibit muda Riau sebelum terjun ke level profesional maupun nasional.
Pemenang dari seri Pekanbaru ini nantinya diproyeksikan untuk mewakili daerah di putaran nasional TopSkor Cup National Championship (TCNC) 2026 yang akan mempertemukan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia.
Catatan Redaksi: Liga TopSkor Pekanbaru 2026 menggunakan format liga penuh yang menuntut ketahanan fisik dan mental pemain muda selama berbulan-bulan kompetisi berjalan.